Ikuti kami di Sosial Media :

Nasional

Widya Hastuti Terpilih Pimpin Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Bantaeng

Diterbitkan

pada

Bagikan:

BERITAONLIBE.ID – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Bantaeng melaksanakan Musyawarah Daerah, kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 19 September 2019/19 Muharram 1441 H bertempat di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng, musyawarah ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng Bapak H. M. Amri Pakkanna, SH., MH. Dalam sambutannya, beliau mengharapkan musyawarah ini bisa berjalan lancar dan melahirkan pimpinan yang baik

Musyawah Daerah Nasyiatul Aisyiyah juga  dirangkaikan dengan dialog Keperempuanan yang mengusung tema “Konsilidasi perempuan muda berkemajuan dalam mewujudkan Bantaeng baik, Indonesia Unggul” sebagai pembicara hadir Ibu Hj. Sri Wahyuni Gani, S.Si., M.Si (Kabid Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Bantaeng), Sumarni Susilawati (Ketua umum Pimpinan Wilayah NA Sulawesi Selatan) dan Kasmawati mantan ketua umum Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Bantaeng yang saat ini menjabat Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng, dialog ini diikuti sangat antusias oleh kader NA se-Kabupaten Bantaeng

Dalam musyawarah Daerah kali ini Widya Hastuti terpilih sebagai Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah, didampingi oleh Indah sebagai Sekretaris dan Desy sebagai Bendahara.

Kegiatan ini ditutup oleh Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah dengan menaruh harapan besar kepada Pimpinan terpilih untuk membawa Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Bantaeng menjadi lebih baik. *AR

Lanjutkan Membaca
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Kebakaran Hutan Riau Masih Terus Berlanjut : Segini Kerugian Yang Diakibatkan

Diterbitkan

pada

Bagikan:

BERITAONLINE.ID – Kebakaran Hutan di Rau menambah daftar kebakaran di seluruh dunia yang begitu luas setelah Amazon, ini menjadi peringatan buat kita semua bahwa ke depan kesejukan dan oksigen bersih akan menjadi angan-angan belaka diakibatkan dari ulah manusia sendiri yang dengan sengaja membakar hutan-hutan demi pembukaan lahan yang mengakibatkan terjadinya kebakaran dahsyat dan banyak orang yang dirugikan dari kebakaran ini yang jumlahnya mencapai Rp. 50 Triliun. Selain itu seorang bayi pun turut menjadi korban meninggal serta banyak binatang yang mati akibat asap tersebut.

Kebakaran kali ini meluas hingga 996 Hektare yang mana luasnya mencakup 11 Kabupaten di Provinsi Riau Sumatera dan hingga saat ini (20/09) masih belum bisa dipadamkan sepenuhnya meskipun ribuan orang telah diterjungkan oleh pemerintah untuk memadamkan kebakaran hutan ini baik melalui darat maupun udara.

 

Baca Selengkapnya

Nasional

Siswa MA. Muhammadiyah Panaikang Kab. Bantaeng Kembali Torehkan Prestasi di Tingkat Provinsi

Diterbitkan

pada

Bagikan:

BERITAONLINE.ID – Kejuaraan Pencak Silat Tapak Suci Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang diselenggarakan baru – baru ini (11-14/09/2019) membuat salah satu Madrasah di Kabupaten Bantaeng merasa bangga kepada salah satu siswanya, sebab berkat kesungguhan dan ketekunannya ia mampu mengharumkan nama sekolah pada kejuaraan tersebut.

Siswa MA. Muhammadiyah Panaikang yang bernama Herman Jaya tersebut berhasil meraih medali emas yang sungguh di luar dugaan. Pasalnya siswa yang sekarang duduk di kelas XII IIS ( Ilmu – Ilmu Sosial ) ini tidak begitu sukses dalam bidang akademik di sekolah namun ternyata ia mampu menunjukkan eksistensi dan prestasinya melalui bidang non-akademik.

Kejuaraan yang bertempat di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan ini diikuti oleh 290 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Baca Selengkapnya

Nasional

Ahli Sejarah dan Arkeolog Kecam Ridwan Saidi Soal Sriwijaya Fiktif

Diterbitkan

pada

Bagikan:

BERITAONLINE.ID – Ridwan Saidi yang merupakan budayawan Betawi baru – baru ini menggemparkan Indonesia soal kerajaan Sriwijaya. Ia mengatakan bahwansanya kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan fiktif yang dipalsukan oleh sejarawan.

Ucapan Ridwan Saidi yang dalam sekejab langsung viral ini mendapatkan kecaman dari para ahli sejarah dan arkeolog di Indonesia. Salah seorang arkeolog yang memberikan kecaman kepada Ridwan Saidi adalah Retno Purwanti yang merupakan arkeolog dari Badan Arkeologi Sumatera.

Retno menjelaskan bahwa Prasasti Kedukan Bukit ditulis dengan huruf Pallawa (Aksara) dan bahasa Melayu Kuno, bukan bahasa Armenia seperti yang dikatakan oleh Ridwan Saidi.

“Ridwan Saidi ngelantur. Memangya Ridwan Saidi bisa baca aksara pallawa dan paham bahasa melayu kuno? Ucap Retno di Palembang, Kamis (29/8). Dilansir dari cnnindonesia.com.

Retno menjelaskan lebih lanjut bahwa prasasti kota kapur yang pertama kali ditemukan pada tahun 1892 menyebutkan nama-nama Sriwijaya. Prasasti ini ditemukan oleh Johan Hendrik Caspar Kern (Seorang ahli epigrafi Belanda) di pesisir barat pulau Bangka.

Selain prasasti kota kapur, masih banyak bukti – bukti lain (peninggalan abad 7-10) yang telah diteliti oleh para arkeolog yang merujuk kepada keberadaan Kerajaan Sriwijaya.

 

 

Berita ini telah tayang di CNNINDONESIA.COM dengan judul : Arkeolog soal Sriwijaya Fiktif: Ridwan Saidi yang Ngelantur

Baca Selengkapnya

Berita Viral

Berita Nasional

Pendidikan

Trending