Ikuti kami di Sosial Media :

Nasional

Ahli Sejarah dan Arkeolog Kecam Ridwan Saidi Soal Sriwijaya Fiktif

Diterbitkan

pada

Bagikan:

BERITAONLINE.ID – Ridwan Saidi yang merupakan budayawan Betawi baru – baru ini menggemparkan Indonesia soal kerajaan Sriwijaya. Ia mengatakan bahwansanya kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan fiktif yang dipalsukan oleh sejarawan.

Ucapan Ridwan Saidi yang dalam sekejab langsung viral ini mendapatkan kecaman dari para ahli sejarah dan arkeolog di Indonesia. Salah seorang arkeolog yang memberikan kecaman kepada Ridwan Saidi adalah Retno Purwanti yang merupakan arkeolog dari Badan Arkeologi Sumatera.

Retno menjelaskan bahwa Prasasti Kedukan Bukit ditulis dengan huruf Pallawa (Aksara) dan bahasa Melayu Kuno, bukan bahasa Armenia seperti yang dikatakan oleh Ridwan Saidi.

“Ridwan Saidi ngelantur. Memangya Ridwan Saidi bisa baca aksara pallawa dan paham bahasa melayu kuno? Ucap Retno di Palembang, Kamis (29/8). Dilansir dari cnnindonesia.com.

Retno menjelaskan lebih lanjut bahwa prasasti kota kapur yang pertama kali ditemukan pada tahun 1892 menyebutkan nama-nama Sriwijaya. Prasasti ini ditemukan oleh Johan Hendrik Caspar Kern (Seorang ahli epigrafi Belanda) di pesisir barat pulau Bangka.

Selain prasasti kota kapur, masih banyak bukti – bukti lain (peninggalan abad 7-10) yang telah diteliti oleh para arkeolog yang merujuk kepada keberadaan Kerajaan Sriwijaya.

 

 

Berita ini telah tayang di CNNINDONESIA.COM dengan judul : Arkeolog soal Sriwijaya Fiktif: Ridwan Saidi yang Ngelantur

Lanjutkan Membaca
Klik untuk berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Forum Pemuda Tani Desa Kayu Loe, Salurkan Bantuan Sayuran Melalui MCCC Kab. Bantaeng

Diterbitkan

pada

Oleh

Bagikan:

Bantaeng – Forum Pemuda Tani Desa (FOPENID) Paranglabbua, Desa Kayu Loe, Kec. Bantaeng, hari ini, Kamis, 14 Mei 2020 mengunjungi Posko Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kab. Bantaeng, kedatangan mereka dalam rangka menyalurkan bantuan sayuran bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, rombongan ini diterima langsung oleh Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center Kab. Bantaeng.

“Kami sangat berterima kasih kepada Forum Pemuda Tani Desa Kayu Loe yang mempercayakan MCCC Kab. Bantaeng untuk menyalurkan Bantuan ini, insya Allah akan sampai pada yang berhak,” ujar ketua MCCC Kab. Bantaeng Bapak H. Iwan Setiawan, S.Km, M.Kes.

Syafri yang merupakan ketua dari Forum Pemuda Tani ini menyampaikan bahwa ini merupakan wujud kepedulian anak muda yang terhimpun dalam wadah ini untuk ikut ambil bagian dalam memberikan keringanan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

MCCC Kab. Bantaeng bersama Lazismu akan menyalurkan bantuan ini pada Jum’at 15 Mei 2020, ini merupakan program yang mereka laksanakan setiap pekan semenjak covid-19 mewabah.

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Atasi Dampak Covid-19, Rumah Gizi ‘Aisyiyah Bantaeng Bagikan Bahan Pokok

Diterbitkan

pada

Oleh

Bagikan:

Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Banteng turut mengambil langkah dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19. Siti Noordjannah Djohantini, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan bahwa Gerakan Ta’awun ‘Aisyiyah ini dilaksanakan secara nasional yang merupakan gerakan ‘Aisyiyah peduli sesama di tengah wabah Covid-19 dalam mencukupi kebutuhan masyarakat selama terjadinya wabah.

 

Ketua PDA Kabupaten Bantaeng, Ibu Dra. Hj. In’am Hasan menyampaikan bahwa kegiatan Ta’awun ini dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 07 Mei 2020, saat Bantaeng diguyur hujan  ‘Aisyiyah bersama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kab. Bantaeng memberikan langsung 240 paket bahan pokok gizi di 3 kecamatan yaitu Kec. Sinoa, Kec. Bissappu dan Kec. Bantaeng. Pemberian secara langsung kepada penerima manfaat ini bertujuan untuk menghindari adanya penumpukan massa dan tentu saja mematuhi prinsip physical distancing yang disampaikan pemerintah. Penerima manfaat dari pemberian bahan pokok gizi ini menurut Ibu Dr. Hj. In’am Hasan adalah orang miskin, orang miskin baru, ibu hamil miskin, disabilitas miskin serta anak stunting miskin. Data ini diperoleh langsung dari kader BSA (Balai Sakinah ‘Aisyiyah) dengan mengidentifikasi langsung penerima dan tetap berkomunikasi dengan pihak pemerintah setempat, sehingga pemberian benar-benar tepat sasaran.

 

Sementara itu, Koordinator MAMPU ‘Aisyiyah Kabupaten Bantaeng, Widya Hastuti menyampaikan bahwa pemberian bahan pokok gizi ini merupakan bagian dari program Rumah Gizi ‘Aisyiyah yang merupakan upaya untuk mewujudkan peningkatan status gizi dan penurunan stunting serta mengembangkan kedaulatan pangan dan ketahanan pangan berbasis komunitas. “Kita semua sadar bahwa dampak Covid-19 ini sangat luas termasuk juga banyak memunculkan warga miskin baru karena kondisi ekonomi yang tidak menentu.”

 

Selanjutnya Widya menyampaikan bahwa situasi ekonomi yang tidak menentu akibat dampak Covid-19 ini juga dikhawatirkan akan berdampak pada pemenuhan gizi ibu hamil dan pemulihan gizi anak stunting. “Pencegahan stunting dimulai sejak masa kehamilan, oleh karena itulah ‘Aisyiyah memberikan perhatian pada asupan gizi ibu hamil miskin dan anak  stunting miskin dengan memberikan bantuan berupa bahan pokok gizi.”

 

Lebih lanjut Widya menambahkan Bahan pokok yang dibagikan berupa, kacang hijau, tempe, susu, abon ikan dan ayam, telur puyuh, biscuit gandum. Bahan dibeli langsung dari para petani dan penjual yang juga terkena dampak covid, serta produk abon yang merupakan produksi kelompok BUEKA dampingan Aisyiyah.

 

Selain pemberian bahan pokok gizi, ‘Aisyiyah juga sejak awal menunjukan perannya dalam pencegahan Covid-19 dengan memberdayakan para perempuan kader maupun anggota Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) dengan menjahit masker, membuat dan penyemprotan disinfektan secara swadaya dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat setempat. “Ada sejumlah 1000 helai masker yang diproduksi oleh ibu-ibu BSA dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat desa mereka, kami berharap apa yang sudah dilakukan ini dapat menjadi salah upaya yang membantu pencegahan penularan Covid-19,” ujar Widya. Balai Sakinah ‘Aisyiyah menurut Widya juga melakukan  edukasi panduan pencegahan Covid-19 bagi ibu hamil dan ibu menyusui, lansia, disabilitas serta panduan imunisasi masa Covid-19.

 

Apa yang telah ‘Aisyiyah lakukan tersebut merupakan bagian dari gerakan ta’awun yaitu gerakan tolong menolong sebagai bentuk kepedulian bersama untuk mengatasi dampak Covid-19 di komunitas. Gerakan ini diharapkan dapat menanamkan, menumbuhkan, serta mengembangkan kesadaran, komitmen, dan solidaritas kolektif sebagai warga bangsa yang jumlahnya sangat besar, beragam dengan perbedaan ras, agama, etnis, dan golongan. Maka sangat penting mengedepankan kebersamaan, saling atau ta’awun, welasasih, kasih sayang, saling menghargai, dan toleran dalam kehidupan masyarakat.

Baca Selengkapnya

Ekonomi

Peduli Dampak Covid-19, MCCC Kab. Bantaeng Kembali Salurkan Bantuan

Diterbitkan

pada

Oleh

Bagikan:

Bantaeng – Pekan kedua bulan suci ramadhan 1441 H, PD Muhammadiyah Bantaeng melalui Satgas Muhammadiyah Covid-19 command Center (MCCC) kembali menyalurkan bantuan untuk warga yang terdampak Covid-19.

Penyerahan bantuan ini dilakukan di Kecamatan Bantaeng, di tiga keluarahan yaitu : Kelurahan Letta, Tappanjeng dan Pallantikan, Juma’at 01 Mei 2020. sebanyak 72 Paket disalurkan ke warga yang membutuhkan. penyalurannya door to door yang dilakukan oleh puluhan team relawan satgas MCCC Kab. Bantaeng didampingi Lurah dan Babinsa setempat.

MCCC Kab. Bantaeng menyasar masyarakat yang kurang mampu, pengurus masjid, tukang becak, dan lingkup amal jariyah Muhammadiyah sendiri. sebelumnya dipekan pertama Ramadhan MCCC Kab. Bantaeng juga telah menyalurkan 350 Paket sembako di tiga kecamatan di Bantaeng.

Ketua MCCC Kab. Bantaeng H. Iwan Setiawan, S.Km, M.Kes juga turun langsung membagikan sembako ditahap ke II ini didampingi oleh ketua Pemuda Muhammadiyah, NA dan IMM, beliau sangat mengapresiasi semangat angkatan muda muhammadiyah Bantaeng yang tergabung dalam relawan MCCC.

Syarifuddin Ketua Pemuda Muhammadiyah Bantaeng mengungkapkan rasa syukurnya “Alhamdulillah, ini merupakan kontribusi dari banyak pihak terutama lingkup Muhammadiyah, yakni dari LazisMu, Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah, dan donatur yang tidak terikat lainnya.” Ujarnya.

Rencananya pembagian sembako ini akan dilaksanakan selama Ramadhan, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kab. Bantaeng

Baca Selengkapnya

Berita Viral

Berita Nasional

Pendidikan

Trending